Wednesday, April 21, 2010

Kartini - Kartini Masa Kini

Pada tulisan kali ini saya tidak akan membahas mengenai bagaimana kisah perjuangan Raden Ajeng Kartini dalam memperjuangkan pemikirannya. Sebuah pemikiran yang telah merubah pola pikir kaum Kartono sebelum Kartini menyuarakannya,  pemikiran bahwa kaum perempuan memiliki kesempatan yang sama dalam menuntut ilmu dan belajar untuk sebuah perubahan atas dasar Ketuhanan, Kebijaksanaan, Keindahan, Peri Kemanusiaan dan Nasionalisme (cinta tanah air). Perjuangan kaum Kartini telah meluas mengikuti peradaban saat ini, tidak hanya dalam bidang keilmuan saja 

Saya telah membuat sebuah daftar Perempuan yang menurut saya pantas menyandang gelar Kartini saat ini, Pilihan ini hanyalah berdasarkan sudut pandang saya, yaitu bahwa seorang perempuan yang pantas menyandang Kartini adalah perempuan yang telah membawa perubahan atas dasar Ketuhanan, Kebijaksanaan, Keindahan, Peri Kemanusiaan dan Nasionalisme (cinta tanah air). Kelima perempuan tersebut antara lain:


Herlina Christine Natalia Hakim


Siapa yang tidak kenal dengannya, beliau membawa harum nama perfilman Indonesia di kancah internasional. Pada 15-26 Mei 2002di Prancis terpilih menjadi Dewan Juri Festival Film Internasional Cannes (FFIC) ke-55 , bersama bintang film Hollywood Sharon Stone (BASIC INSTINCT), Michele Yeoh (James Bond: TOMORROW NEVER DIES) dan sutradara David Lynch. Selain itu beliau pernah mendapat gelar Asian Heroes versi majalah time. Ambisinya adalah mengangkat Batik Indonesia ke pelosok dunia, terbukti dengan tindakannya yakni beliau selalu menggunakan Batik pada setiap kesempatan khususnya event bertaraf internasioal. Profil lebih rinci:  wikipedia/Christine_Hakim.
[Sumber gambar]

Anggun Cipta Sasmi

Berkat kerja kerasnya untuk menembus pasar musik internasional yang dirintis pada tahun 1998 akhirnya tercapai juga. Meski sempat mendapat penolakan dari sebuah label rekaman di Inggris namun akhirnya dia mendapat sambutan di Perancis. Suara khasnya telah membius seluruh penduduk Eropa bahkan ke seluruh dunia, debut album perdana internasionalnya di racik dengan sentuhan musik tradisional Indonesia. Meski membuat lagu untuk pasar dunia, Anggun selalu menyisipkan Bahasa Indonesia pada setiap liriknya, Kabar terakhir Anggun di nobatkan sebagai Duta Pangan Dunia berkat prestasinya di bidang musik sebagai perempuan asia pertama yang memperoleh kesuksesan yang luar biasa.  Profil lebih rinci: wikipediai/Anggun C. Sasmi

Martha Tilaar


Pada masa remaja Martha mengambil kuliah jurusan sejarah di IKIP Negeri Jakarta. Sejak lulus tahun 1962, ia kemudian mengajar sejarah. Profesinya sebagai guru membuat dirinya makin sering diperingatkan sang bunda untuk berpenampilan lebih layak di depan murid-murid, ia lantas dipaksa untuk ikut les kecantikan. Kemudian Martha mulai jatuh cinta dengan dunia kecantikan. Jiwa Martha kemudian terpanggil untuk berwirausaha pada bidang kecantikan. perjalanan bisnis Martha Tilaar teruji dengan berbagai hal.ia sempat ditolak saat hendak menyewa beberapa mal dan plaza terkemuka di Jakarta. Produknya dianggap tidak memiliki image berkelas. Martha Tilaar lantas menjawab tantangan tersebut dengan mendirikan Puri Ayu Martha Tilaar pada kisaran Mei 1995. Usaha yang kini dinamai Martha Tilaar Group berkembang dengan sekitar 11 anak perusahaan dan mampu mempekerjakan setidaknya 6000-an orang.Kini, dengan kesuksesannya, ia mendirikan Yayasan Martha Tilaar untuk mendidik kaum  perempuan tentang kecantikan. Yayasan ini bertujuan mendidik kaum perempuan agar mempunyai keterampilan tentang kecantikan hingga bisa jadi modal saat terjadi krisis seperti pemutusan hubungan kerja (PHK). Profil lebih rinci: wikipediai/Martha_Tilaar
[Sumber gambar]

BRA. Mooryati Sudibyo Hadiningrat 



Budaya tradisional telah melekat pada jiwanya. beliau dilahirkan sebagai keturuanan darah biru, masa kecilnya tentu tidak sesederhana anak-anak sebayanya kala itu. Bayangakan saja dari kanak-kanak beliau sudah harus belajar menari bedoyo dan serimpi, membatik, berbusana tradisional dan membuat jamu.Neneknya BRA. Tranggono Rukmini yang mengajarkan putri ketiga dari lima bersaudara ini semua tatak cara yang berlaku di keraton Surakarta. Beliau adalah Bos perusahaan jamu dan produk kecantikan PT.Mustika Ratu selain itu juga aktif sebagai ketua pada yayasan Puteri Indonesia yang merupakan kontes kecantikan di Indonesia yang diselenggarakan sejak tahun 1992. Dengan sponsor oleh perusahaan yang beliau miliki. Puteri Indonesia akan menjadi wakil Indonesia atau duta bangsa pada kegiatan-kegiatan yang bertaraf Internasional dan ikut serta dalam memajukan komoditas-komoditas ekspor Indonesia, pariwisata dan budaya Indonesia. Puteri Indonesia juga melakukan berbagai aksi sosial ke daerah-daerah yang membutuhkan untuk turut memberikan hiburan dan bantuan. Untuk lebih rinci mengenai profilnya : wikipediai/Mooryati Soedibyo
[Sumber gambar]

Mira Lesmana


Beliau adalah seorang Dosen Fakultas Film dan Televisi Institut Kesenian Jakarta dan telah membangkitkan perfilman Indonesia setelah mati suri yang cukup lama. Mira mendirikan rumah produksi Miles Productions (MP) pada 1996. Lewat MP, ia menghasilkan karya perdana, dokudrama Anak Seribu Pulau – program televisi sepanjang 14 episode pada 1997. Meskipun ia pernah menyutradarai salah satu segmen film Kuldesak (1998), justru kiprahnya sebagai produserlah yang lebih menonjol. Tahun 2000, MP memproduksi Petualangan Sherina yang berhasil menyedot jutaan penonton. Dua tahun kemudian ia mendulang sukses lewat film Ada Apa Dengan Cinta (A2DC) yang berhasil menggaet lebih dari 1,6 juta penonton. Setelah itu, Mira bersama kawan-kawannya memproduksi Eliana, Eliana (2002) dan Rumah Ke Tujuh (2003). Meskipun film Eliana, Eliana kurang mendapat sambutan di tanah air, film ini rupanya memperoleh penghargaan untuk kategori “Best Young Cinema” dan “Best Critics Cinema” di ajang Festival Film Internasional Singapura, April 2002 dan meraih predikat “Special Mention” untuk kategori penghargaan “Dragons and Tigers for Young Cinema” di ajang Festival Film Internasional Vancouver di Kanada, Oktober 2002. Profil lebih rinci: wikipediai/Mira Lesmana

Sumber berita dari berbagai sumber.

0 comments:

Post a Comment

Bagaimana komentar Anda..!